Bandung, 12 November 2025 — PGSD-Pendas FIP UPI sukses menyelenggarakan The 8th International Conference on Elementary Education (ICEE) 2025 dengan mengusung tema “Advancing Quality Elementary Education through Technology-Enhanced Learning to Support Sustainable Development Goals (SDGs).”
Kegiatan konferensi internasional ini dilaksanakan di Lantai 10 Auditorium FIP A dan diikuti melalui mode blended (daring dan luring). Tahun ini, ICEE mencatat tingginya antusiasme peserta dengan kehadiran 120 presenter dan 200 peserta dari berbagai institusi pendidikan.
Konferensi dibuka secara resmi oleh Wakil Rektor 5 UPI, yang membidangi Kemahasiswaan, Alumni, dan Kerja Sama. Dalam sambutannya, beliau menekankan pentingnya kolaborasi global, penguatan riset pendidikan dasar, serta pemanfaatan teknologi dalam mencapai tujuan pembangunan berkelanjutan (SDGs).

ICEE 2025 menghadirkan tiga pembicara kunci dari tiga negara, yaitu:
-
Prof. Sui Lin Goel, Ph.D. — Windesheim University of Applied Sciences, Belanda
-
Dr. Moh. Shahril Nizam bin Shaharom — Universiti Malaya, Malaysia
-
Prof. Dr. M. Solehuddin, M.Pd., M.A. — Universitas Pendidikan Indonesia, Indonesia

Ketiga keynote speaker memberikan paparan mengenai transformasi pendidikan dasar, integrasi teknologi dalam pembelajaran, hingga strategi implementasi SDGs melalui pendidikan abad 21.
Tahun ini, ICEE turut didukung oleh tiga perguruan tinggi sebagai co-host, yaitu:
-
Universitas Sebelas Maret (UNS)
-
Universitas Bina Darma / Ubhara
-
Universitas Pakuan (Unpak) Bogor
Kolaborasi ini memperkuat jaringan riset dan publikasi serta mendorong pengembangan inovasi pendidikan dasar melalui kontribusi akademisi nasional.
Selain sesi keynote, konferensi ini diisi oleh:
-
Paparan artikel ilmiah dari 120 presenter,
-
Diskusi panel tentang pendidikan dasar berbasis teknologi,
-
Sesi paralel mengenai tema SDGs, inklusi, numerasi, multiliterasi, teknologi pendidikan, dan STEAM.

Penyelenggaraan ICEE 2025 menjadi bukti komitmen FIP UPI dalam memajukan pendidikan dasar melalui kolaborasi global, riset lintas institusi, serta inovasi pembelajaran. Dengan tingginya kontribusi peserta, konferensi ini diharapkan menghasilkan rekomendasi dan penguatan praktik pendidikan yang relevan dengan kebutuhan masa depan.

