Kupas Tuntas Peran dan Fungsi Mahasiswa sebagai Social Control melalui Kajian Isu

Bandung – Sabtu (07/11/20), melalui aplikasi Zoom, telah berlangsung program kerja dari Departemen Advokasi BE Himapro PGSD yaitu Kajian Isu dengan tema “Kupas Tuntas Peran dan Fungsi Mahasiswa sebagai Social Control”.

Acara dimulai pada pukul 13.00 WIB, diawali dengan pembukaan oleh MC yaitu Hilwa Zahira dan dilanjutkan dengan pembacaan ayat suci al-Quran oleh Muhammad Fikri Fakhruddin. Kemudian diberikan juga sambutan-sambutan dari Ketua Pelaksana Kajian Isu yaitu Fani Nuraeni dan dari Ketua BE Himapro PGSD yaitu Vani Aurana Rayvin.

 Acara ini dibagi dalam tiga sesi. Pada sesi pertama, Syifa Fauziah selaku mederator mempersilakan pemantik M Yahya Wahyudin untuk memberikan pematerian terkait peran mahasiswa sebagai social Control.“Gerakan mahasiswa merupakan gerakan intelektual yang harus dijaga kekritisannya apalagi mahasiswa mempunyai peran sebagai social control. Mahasiswa merupakan ungkapan yang melekat pada diri anak bangsa yang memiliki semangat membara jika dipercikkan motivasi dan masa dimana seorang pemuda berada dalam tahap persiapan menuju lebih baik. Peran kita sebagai mahasiswa harus bisa mnegimplementasikan ilmu yang kita dapat kemudian di aplikasikan di masyarakat, sesuai dengan Tri Dharma Perguruan Tinggi. Sebagai mahasiswa yang mempunyai nilai lebih mempunyai peran untuk membentuk peradaban. Peran mahasiswa sebagai Social Control dan sebagai masyarakat madani perlu mengevaluasi kebijakan pemerintah. Peran dan fungsi sebagai control dan barometer kehidupan sosial di dalam masyarakat. Mahasiswa dapat mengendalikan keadaan sosial yang ada di lingkungan masyarakat, yaitu seperti mengkritik kebijakan-kebijakan pemerintah yang tidak sesuai.  Peran dan fungsi mahasiswa secara general agent of change, social control, moral force, dan iron stock. Konsep peran dan fungsi mahasiswa dalam social control mahasiswa berada di antara pemerintah dan rakyat, sehingga mahasiswa sebagai penyambung lidah masyarakat kepada pemerintah serta mengevaluasi kebijakan pemerintah sebagai insan intelektual agar kebijakan pemerintah sesuai dengan koridor konstitusional. Maka dari itu jangan pernah berhenti untuk mengevalauasi kebijakan pemerintah agar sesuai dengan kepentingan rakyat bukan kepentingan kelompok tertentu mahasiswa mempunyai tanggung jawab lebih untuk menciptakan nilai positif dalam masyarakat”.

Pada sesi Kedua, moderator membuka sesi diskusi yang dimana peserta dibagi menjadi berkelompok untuk berdiskusi untuk ditanggapi oleh M Yahya wahyudin.

Pada sesi ketiga, moderator membuka sesi tanya jawab dan acarapun ditutup dengan memberikan kesimpulan dan foto bersama pada pukul 14.38 WIB.

Dengan dilaksanakannya Kajian Isu ini, semoga mahasiswa/i bisa lebih memahami peran mahasiswa dan semoga kajian isu ini dapat memberikan manfaat bagi kita semua. 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar anda diproses.

id_IDIndonesian