Bandung, UPI

Sebanyak lima orang mahasiswa PGSD Bumi Siliwangi semester 4 melakukan  sosialisasi Eco Enzyme di SDN 071 Sukagalih pada Kamis, 09 Mei 2019. Sosialisasi ini merupakan  salah satu tugas praktek mata kuliah Pendidikan Lingkungan Hidup ( PLH )  dalam rangka pengimplementasian  ilmu yang di dapatkan selama perkuliahan satu semester ini, yang diampuh oleh Bapak Asep Saefudin, M, Pd., dan Ibu Aprilia Eki Saputri, M.Pd.

Sosialisasi ini diketuai oleh Linda Pratiwi (1705850)  dan beranggotakan Juariyah (1703793), Rahma Septia Indah Cahya (1703389) , Rezha Agustina (1701364)  dan Sella Witter (1606995).  Sosialisasi berlangsung pada pukul 13.00-14.00 WIB di ruang kelas SDN 071 Sukagalih. Adapun sasaran dari sosialisasi ini siswa kelas 5 SDN 071 Sukagalih. Suasana yang terjadi saat sosialisasipun sangat hangat, para siswa berantusias dalam mengikuti sosialiasi tersebut, terlihat beberapa siswa yang mengajukan pertanyaan.

Eco Enzyme adalah sebuah hasil inovasi dari ilmuan Dr. Rasukon Poompanvong  dari Thailand yang menggagas mengenai mengolah enzim dari sampah organik yang biasanya kita buang kedalam tong sampah sebagai pembersih organik. Jadi Eco Enzyme ini hasil dari fermentasi limbah dapur organik seperti ampas buah dan sayuran, gula dan air, yang warnanya berubah menjadi coklat gelap dan memiliki aroma fermentasi asam manis yang kuat.  Hal ini lah yang melatarbelakangi kelima mahasiswa  tersebut untuk melakukan pembuatan Eco Enzyme. Alasan sosialisasi ini dilaksanakan  di SDN 071 Sukagalih dikarenakan dilihat dari potensi di sekolah tersebut banyak terdapat sampah organik.

Adapun bahan-bahan dan alat yang digunakan dalam sampah organic seperti daun jeruk, air dan gula pasir yang dilarutkan dan alat yang digunakan yaitu botol dan timbangan. Adapun tahapan yang disosialisasikan dalam kegiatran tersebut dimulai dengan memasukan kulit buah, gula dan air dalam botol dengan menggunakan perbandingan 3:1:10 untuk kulit buah, gula dan air. Setelah itu campuran tersebut diaduk atau di kocok perlahan hingga gula terlarut. Kemudian simpam ditempat teduh yang tidak terkena sinar matahari langsung, biarkan selama tiga bulan dan buka setiap hari di 2 minggu pertama selanjutnya dua hingga tiga hari sekali dan kemudian seminggu sekali. Setelah tiga bulan saring Eco Enzyme menggunakan kain kasa atau saringan. Adapun manfaat yang bisa digunakan sebagai pembersih serbaguna, pupuk organik, dan pengusir hama.

Kegiatan sosialiasi ini ditutup dengan foto bersama dan penyampaian harapan-harapan oleh kelima mahasiswa tersebut tentang kegiatan ini. Dengan diadakan sosialiasi tentang Eco Enzyme di SDN 071 Sukagalih diharapkan siswa yang mendapatkan pelatihan tersebut  dapat mengimplementasikan dan memanfaatkan sampah-sampah organik menjadi Eco Enzyme dan mensosialiasikan kembali kepada lingkungan sekitarnya dalam rangka tiga konten utama dalam PLH yaitu Care for Life atau peduli terhadap kehidupan diri sendiri yaitu menghindari bahan kimia dengan cara menggunakan eco enzyme sebagai pembersih alami, care for earth yaitu peduli terhadap lingkungan dengan memanfaatkan sampah organik dan care for production and consumtion yang berarti peduli terhadap produk yang dibuat. (Tim)

 


1 Comment

freebet · 19/01/2020 at 6:42 AM

Kegiatan sosial yang membuka mata semua orang. Tingkatkan terus dan sukses terus gan

Leave a Reply

Your email address will not be published.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

en_USEnglish