Bandung, 27 Agustus 2020. Departemen Pedagogik Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD) Fakultas Ilmu Pendidikan (FIP) Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) melalui kelompok P2M yang dianggotai oleh Dr. Tatang Syaripudin, M.Pd. sebagai ketua, Dra. Kurniasih, M.Pd., Effy Mulyasari, M.Pd., Drs. Ruswandi Hermawan, M.Ed., Arie Rakhmat Riyadi, M.Pd., dan Asep Saefudin, M.Pd., telah sukses menyelenggarakan kegiatan pelatihan bagi guru-guru SD Mitra. Tema yang diangkat yaitu “PENGUATAN PENILAIAN PEMBELAJARAN PADA KURIKULUM 2013 ASPEK KOGNITIF, SIKAP DAN KETERAMPILAN UNTUK MENINGKATKAN PROFESIONALISME GURU SEKOLAH DASAR”.

Kegiatan pelatihan penguatan penilaian ini dilaksanakan dalam dua hari yaitu tanggal 26 dan 27 Agustus 2020. Kegiatan dilakanakan secara online melalui Zoom Meeting dihadiri oleh 80 guru-guru sekolah mitra PGSD FIP UPI Bandung. Kegiatan pelatihan Penguatan penilaian ini merupakan salah satu wujud pengimplementasian tugas pokok Tri Dharma Perguruan Tinggi khususnya dalam bidang pengabdian yang bertujuan untuk meningkatkan profesionalisme guru mitra dalam melakukan penilaian pembelajaran dalam kurikulum 2013 terutama dalam penilaian pembelajaran di era New Normal di jenjang sekolah dasar.

Kegiatan pelatihan di hari pertama  disambut positif oleh Ketua Departemen Pedadogik Dr. Babang Robandi, M.Pd., selaku Ketua Departemen Pedagogik FIP UPI. “ Saya menyambut baik dan mengapresiasi kegiatan ini, karena kegiatan ini menjadi jalan pengalaman ilmu dan mengamalkan ilmu yang ada di Prodi PGSD kepada masyarakat, mudah-mudahan kegiatan ini dapat memperkuat profesinalitas guru” Ucap Babang dalam sambutannya.

Hari pertama diisi oleh pematerian dari ketua tim P2M PGSD FIP UPI yaitu Dr. Tatang Syaripudin, M.Pd. dan Dr. Sandi Budi Iriawan, M.Pd.  Sebagai pemateri Tatang dalam paparannya menyampaikan tentang urgensi kita seorang guru memahami sistem penilaian pembelajaran aspek kognitif, sikap dan psikomotor pada kurikulum 2013. “Seorang pendidik, dosen dan guru harus mampu memahami system penilaian pembelajaran, karena ini adalah tanggung jawab kita semua dalam upaya meningkatkan mutu pendidikan khususnya sekolah dasar.”ucap Tatang dalam paparannya.

Sesi kedua dilanjutkan oleh pematerian tentang Penguatan pengembangan soal diagnostik sebagai penguatan penilaian aspek kognitif yang disampaikan oleh Dr. Sandi Budi Iriawan, M.Pd. Dalam paparannya, beliau memberikan pengarahan kepada guru-guru SD untuk melakukan tes diagnostik kepada siswa-siswanya untuk mengidentifikasi masalah-masalah atau kelemahan-kelemahan pembelajaran yang dihadapi oleh siswa. Dengan demikian, guru dapat memberikan tindak lanjut berupa perlakuan pembelajaran yang sesuai dengan kebutuhan siswa. Dalam kesempatan ini juga, Sandi mengemukakan tahapan dalam melaksanakan tes diagnostik yang meliputi 1) mengidentifikasi KD yang belum tuntas, 2) menentukan kemungkinan sumber masalah, 3) menentukan bentuk dan jumlah soal yang sesuai, 4) menyusun kisi-kisi soal, 5) menulis soal, 6) mereviu soal, dan 7) menyusun kriteia penilaian. Tahapan tersebut menjadi acuan dalam mengimplementasikan tes diagnostik untuk siswa. Sebagai upaya tindak lanjut penguatan pelatihan ini, para pemateri memberikan lembar kerja guru untuk dikerjakan sebagai upaya tindak lanjut menguatkan pemahaman materi yang sudah disampaikan para pemateri.

Guru-guru SD peserta penguatan penilaian pembelajaran sangat  antusias dengan kegiatan ini dan banyak melakukan diskusi mengenai pelaksanaan tes diagnostik. Peserta juga tertib mengikuti berbagai rangkaian kegiatan hingga akhir acara. Semoga apa yang diupayakan oleh para pengabdi berbuah manfaat untuk ikut serta bersama-sama membantu peningkatan mutu pendidikan khususnya jenjang sekolah dasar. Aamiin.


0 Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar anda diproses.

id_IDIndonesian