Memaknai Idola Dalam Perspektif Guru

Seorang guru adalah artis bagi anak-anaknya di kelas. Semua sikap, perilaku, cara berpakaian, cara berbicara, bahkan aksesoris yang digunakan kerapkali jadi sorotan dan buah bibir peserta didiknya. Terlebih bagi anak-anak di sekolah dasar. Guru bagi mereka adalah betul- betul orang yang selalu digugu dan ditiru. Maka dari itu seorang guru haruslah menjadi guru yang menginspirasi anak- anaknya di Sekolah.

Bagi saya, mengajar di sekolah dasar adalah sebuah tantangan yang besar ketika segala bentuk gerak gerik saya diperhatikan oleh peserta didik. Bagaimana saya berbicara, bagaimana bersikap bahkan bagaimana saya berpakaian pun mereka perhatikan. Tanggung jawab seorang guru tidak hanya bagaimana anak – anak menjadi tahu akan materi pembelajaran, sikap dan akhlak mereka pun menjadi bagian yang wajib disentuh oleh seorang guru. Maka dari itu, guru harus memiliki kemampuan yang menyeluruh. Tidak cukup hanya mampu mengajar saja, juga harus mau mendidik peserta didiknya menjadi pribadi yang paripurna.

Seorang guru selain sehat secara jasmani dan mental, juga harus senantiasa menjaga ruhiyahnya tetap sehat. Ruhiyah yang sehat adalah kondisi dimana seseorang senantiasa menjaga kedekatan dirinya dengan Sang Khalik. Peserta didik di kelas merupakan amanah yang sudah diberikan oleh –Nya, maka layaknya anak kandung, mereka pun punya hak untuk mendapat didikan dari seorang guru. Motivasi yang positif akan sampai pada peserta didik dengan baik jika sang guru juga memiliki sikap yang positif. Hati anak- anak akan tergerak dan berubah menjadi baik jika hati gurunya pun selalu berusaha mendekatkan diri dengan Yang Maha Pemilik hati anak-anak.

Membiasakan diri berbaur dengan peserta didik adalah cara lainnya yang bisa menjadikan seorang guru berhasil dalam mendidik anak-anaknya. Guru yang mau bergabung ikut makan bersama, berbincang, membicarakan hobi bersama peserta didik di waktu istirahat sekolah biasanya dengan mudah dapat mengambil hati anak-anak, sehingga mereka merasa diperhatikan dan diakui oleh gurunya. Dengan antusianya peserta didik dengan gurunya, maka motivasi belajarnyapun akan meningkat. Bagi mereka, kesan awal seorang guru menentukan bagaimana mereka belajar di sekolah bahkan di rumah. Guru juga harus update dengan lingkungan sekitar peserta didik. Dengan siapa mereka bergaul sehari-hari, apa yang mereka alami di rumah, bagamana kebiasaan mereka, hal itu bisa menjadi topik motivasi bagi peserta didik di Kelas.

Peserta didik sangat antusias jika gurunya serba tahu. Mereka akan menunjukkan kesungguhan jika pertanyaan mereka dalam hal apapun dapat dijawab oleh gurunya. Khususnya guru sekolah dasar, yang wajib menguasai semua mata pelajaran. Hal ini merupakan sebuah modal bagi seorang guru. Menyelam dan tenggelam adalah hal yang berbeda. Bagi seorang guru, menyelam dalam dunia pendidikan, khususnya mengajar adalah hal yang sesuai. Menyelam adalah kegiatan yang dinikmati dengan sepenuh jiwa dan memang dilakukan dengan ikhlas. Berbeda dengan tenggelam dalam pekerjaan mendidik, tenggelam memiliki kesan tidak sengaja dan terpaksa yang selanjutnya tidak menikmati.

Oleh karenanya, menjadi seorang guru adalah hal yang patut dinikmati. Menjadi idola bagi anak-anak kita di Sekolah, harus dijadikan misi utama seorang guru. Sehingga aktivitas kita hari demi hari senantiasa merefleksi diri, tidak hanya dalam segi keilmuan melainkan juga dalam hal kedekatan diri dengan Allah SWT. Aamiin. Insya Allah..

 

Afifah Purnamasari, M.Pd.
Alumni PGSD Bumi Siliwangi Angkatan 2006-Guru SD Negeri Muncul 01 Tangerang Selatan-Banten


 

Posted in Pemikiran.